Rabu, 07 Agustus 2013

Tata Krama Membeli dan Menitip Oleh-oleh

1. Oleh-oleh generik
Begitu tahu kita mau pergi ke Palembang, orang golongan ini akan meminta oleh-oleh pempek. Kalau kita ke Yogya, mereka minta bakpia. Kalau ke Medan? Bika ambon. Permintaan mereka mudah dipenuhi, dan sesuai dengan daerah kunjungan kita.
 
2. Oleh-oleh spesifik
Ketika kita pergi ke Semarang mereka akan meminta oleh-oleh lumpia. Terdengar sederhana, ya? Toh banyak yang berjualan lumpia di Semarang. Eits, tapi kemudian mereka bilang lumpia harus dibeli di Toko X yang ada di Jalan Y. Dibungkus dalam empat kotak, masing-masing berisi enam lumpia, dan semuanya harus masuk kabin, nggak mungkin masuk bagasi agar lumpia tidak hancur tertimpa kopor-kopor besar.
 
Menurut saya, ada semacam Tata Krama yang harus diperhatikan dalam hal titip/beli oleh-oleh ini.

 
UNTUK PEMBELI OLEH-OLEH
 
1. Buat skala prioritas
Ada orang-orang yang memang harus dibelikan oleh-oleh misalnya orangtua, sahabat dekat, bahkan bos dan teman kantor (kalau kita melakukan perjalanan dinas). Namun ada juga orang-orang yang tidak wajib dibelikan oleh-oleh. Buatlah skala prioritas.
 
2. Lihat-lihat jenis orangnya
Ada orang-orang yang hobi menceletuk minta oleh-oleh ketika tahu kita akan melakukan perjalanan, namun sebenarnya mereka tidak serius. Nggak akan menjadi masalah apabila kita tidak membawa oleh-oleh, sehingga anggaran oleh-oleh bisa dialihkan kepada orang yang sensitifnya minta ampun — yang kalau nggak dibawakan oleh-oleh, akan merajuk satu minggu dan mencoret sementara nama kita dari daftar teman makan siang.
 
3. Jenis oleh-oleh
Selain lihat jenis orangnya, lihat juga jenis oleh-olehnya. Untuk berhemat, kita bisa membeli oleh-oleh massal yang bisa diberikan kepada banyak orang. Sementara untuk orang-orang tertentu, kita memberikan oleh-oleh yang lebih spesial. Sebagai contoh, bila kita berdinas ke Medan, kita bisa membeli dua kotak bika ambon untuk ditaruh di kubikel dan siapa pun yang mau, bisa ambil.
 
4. Tidak usah merasa tidak enak
Oleh-oleh itu bukan kewajiban. Tapi lebih merupakan bentuk perhatian kita kepada orang lain.
 

UNTUK PEMINTA/PENITIP OLEH-OLEH
 
Pastikan orang tersebut cukup dekat sehingga nggak berkeberatan dititipi
Akan menjadi sangat canggung kalau kita menitip sesuatu kepada teman yang sudah lima tahun nggak bertemu, dan kita tahu rencana kepergiannya hanya dari media sosial. Satu kata: jangan.
 
Jika titipan kita spesifik, berikan deskripsi yang jelas
“Pokoknya tas yang ukurannya sedang dan motifnya strip biru-putih gitu” bukanlah deskripsi yang cukup ketika kita minta tolong orang untuk membelikan apa yang kita mau. Berikan deskripsi yang lengkap, termasuk tempat membeli dan harganya.
 
Pastikan barang tersebut nggak ada di daerah kita
Suatu kali sahabat saya pergi ke Singapura dan dititipi sepatu bayi yang dari deskripsinya, tersedia di Indonesia. Dia pun berkomentar, “Memangnya toko online di Indonesia kurang banyak ya, sampai harus titip beli sepatu bayi di Singapura?”
 
Jangan lupa titip uangnya
Kadang kita lupa bahwa teman yang pergi bisa saja kondisi keuangannya terbatas. Jadi ketika kita titip sesuatu, lebih baik kita sekalian berikan uangnya. Apalagi kalau ternyata harganya nggak murah. Sudah untung dia mau membelikan titipan kita, jangan makin merepotkannya dengan bilang, “Pakai uang lo dulu ya, nanti gue ganti”.
 
Ambil, dong
Masak sudah titip masih minta dia mengantarkan ke kita? Kecuali dia menawarkan, sebaiknya kita tahu diri dengan mengambil barang tersebut.
 
Jangan banyak mengeluh
Jika diberi oleh-oleh dan sebenarnya kita nggak meminta, akan lebih baik jika kita tidak mengeluh terhadap apa oleh-olehnya atau dengan kata lain, jangan pilih-pilih. Mengatakan “Yah, gue nggak suka keju. Harusnya lo belinya yang cokelat” hanya akan membuat hubungan menjadi canggung dan lebih buruk: nggak akan ada oleh-oleh lagi untuk kita.
 
Terakhir dan yang paling penting menurut saya adalah kita mendoakan supaya teman/sahabat/keluarga yang bepergian, kembali dengan selamat. Oleh-oleh itu bonus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...